Selasa, 07 November 2017

Keputusan Rencana Output OasEksplorasi 2017

Perjalanan eksplorasi kemarin adalah perjalanan yang luar biasa menurutku. Banyak sekali hal-hal yang kupelajari selama eksplorasi. Nah,saat eksplorasi, kami memiliki output kami masing-masing untuk dikerjakan. Outputku adalah film dokumenter, jadi disana aku mengambil footage-footage yang akan kubutuhkan untuk filmku ini. Aku juga mewawancarai bapak inangku yang ku jadikan narasumber. Untngnya, di pulau semuanya berjalan dengan lancar. Tidak ada yang berubah dari awal rencana sebelum berangkat eksplorasi. Semua footage tersedia, dan semua wawancara tersedia.
Tapi sebetulnya ada halangan sedikit karena waktunya begitu singkat, jadi aku tidak sempat mengambil footage bapak dirumah. Tapi footage tersebut bukan termasuk main footage, jadi untuk sekarang outputku masih aman.

Storyline Film Dokumenter

Durasi
Wawancara
Shoot
Audio
00.00-00.07
-
Bapak sedang bekerja
Kapal melaju
Cipratan air
Ngikutin audio asli
00.08-03.00
Biodata
Close up muka bapak
Medium shoot bapak memancing
Pemandangan ditengah laut
Pulau-pulau yang kita lewatin
Close up bapak memancing
Close up tangan bapak
Audio wawancara
Background: lagu (bahagia)
03.00-03.45
-
Laut tenang
Langit
Kapal
Audio asli
03.45-05.00
Pekerjaan sebagai nelayan
Ikan-ikan hasil tangkapan
Long shoot bapak memancing
Kapal
Percikan air saat kapal melaju
Audio wawancara
05.00-05.30
-
Langit (sore menjelang malam)
Laut tenang
Kapal-kapal diatas laut tenang
Audio asli
05.30-07.00
-
Bapak duduk di pendopo sambil mendengarkan music
Tangan bapak yg mengikuti irama
Laut tenang (beda soot sama yg diatas)
Kapal-kapal
Pantulan cahaya dari laut
Lagu yang didengarkan bapak


 
 Sepertinya, segini saja rencana untuk outputku. Semoga outputku ini sukses!

Sabtu, 28 Oktober 2017

Papaku Seorang Tukang Sulap

Pekerjaan papa itu setauku banyak, menjadi videographer, editor, photographer, designer grafis, dan banyak lagi. Tapi setelah aku wawancara, ternyata pekerjaan papa adalah Freelancer Komunikasi Visual. Papa mengerjakan banyak hal dan berbeda-beda, jadi bisa dibilang papa itu "Tukang serba bisa"

Freelancer adalah orang yang bekerja bebas, tanpa kantor, dan tanpa bos. Pekerjaan freelancer itu tergantung permintaan klien, jadi bisa diminta untuk mengerjakan apa saja yang berhubungan dengan keahliannya. Papa biasanya diminta untuk mendesign buku, memproduksi video, dan tidak jarang papa diminta untuk menjadi konsultan untuk proyek-proyek yang terkait dengan media komunikasi.

Papa senang dan sangat menikmati pekerjaanya sebagai freelancer, karena kata papa menjadi freelancer itu tidak harus berurusan dengan bos, tidak harus bertemu kemacetan setiap hari, dan tidak terikat waktu, jadi papa dapat meluangkan waktu lebih banyak untuk keluarganya. Tapi menjadi freelancer ini juga tidak mudah karena tidak ada pendapatan yang pasti atau lebih jelasnya, papa tidak mendapatkan gaji bulanan. Papa kadang mengalami hal-hal yang susah selama menjadi freelancer, seperti harus mengerjakan pekerjaan yang besar dalam waktu yang singkat, lalu papa pernah merasa kesusahan kalau ada klien yang cerewet sehingga sering mendapat revisi. Tapi hal yang paling susah selama pekerjaan papa, adalah menjadi "Tukang sulap" karena diminta untuk melakukan sesuatu yang mustahil tapi klien mengharuskannya. Papa juga sering bekerja di hari libur demi mengejar deadline, jadi tidak jarang pada hari libur, kita dirumah menemani papa kerja.

Menurut papa, orang yang menjadi freelancer semakin banyak karena teknologi sekarang bertambah canggih dan dapat memudahkan freelancer untuk tidak harus bertatap muka langsung dengan klien, bahkan ada freelancer yang mengerjakan proyek dari perusaaan di luar negeri tanpa harus datang ke negara tersebut. Dan menjadi freelancer di bidang komunikasi visual ini sangat berguna menurut papa, karena freelancer dapat mengerjakan suatu pekerjaan dengan biaya yang lebih murah daripada dikerjakan oleh sebuah perusahaan. Jadi bagi klien yang tidak mempunyai dana yang besar, dia tetap bisa memproduksi sebuah media komunikasi dengan biaya yang fleksible.

Kata papa, untuk selalu mendapatkan pekerjaan dari sebuah perusahaan atau dari seseorang, kita harus selalu menjaga hubungan baik dengan klien tersebut. Oleh karenanya, papa selalu mendapat proyek yang dibayar dengan cukup baik oleh klien. Ada juga "trik" untuk selalu mendapatkan pekerjaan adalah, mengerjakan pekerjaan dengan kualitas yang paling bagus, dan selalu memenuhi deadline.

Waktu itu, papa pernah ingin berganti profesi, disebabkan oleh kejenuhan karena pekerjaan banyak dan deadline yang berderet. Papa ingin merubah profesinya menjadi tukang pijat profesional, karena kata papa orang yang bekerja itu sering mengalami stress dan butuh relaksasi. Jadi papa ingin membuat orang-orang yang stress itu rileks. Tapi sekarang jika ditanya, papa tidak mau berganti pekerjaan dan masih setia menjadi seorang freelancer di bidang komunikasi visual.

Senin, 16 Oktober 2017

Hasil Output & Pendalaman Output

Dokumenter

Videographer & Script Writer: Ratri

Topik: Kehidupan Sebuah Keluarga Di Pulau Harapan

Hasil Riset: Pulau Harapan memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.205 jiwa atau 427 KK dan terdiri dari 3 RW. Penduduk Pulau Harapan sebagian besar merupakan pendatang, bukan penduduk asli pulau yang berasal dari berbagai macam suku yakni: Bugis, Mandar, dan Jawa. Mata pencaharian sebagian besar penduduk adalah sebagai nelayan tangkap dan budidaya. Sarana dan prasarana yang  tersedia adalah kantor lurah dan rumah dinas, satu unit puskesmas, sarana peribadatan berupa masjid. Sebagian jalan di pulau tersebut menggunakan paving blok, dengan lebar kurang lebih 1 meter. Untuk mengelilingi pulau, dibutuhkan waktu 10-20 menit melalui jalan tersebut. Pulau ini juga memiliki dermaga untuk kapal berlabuh yang berada di sisi timur pulau.

Rencana Output: Membuat sebuah video dokumenter berdurasi 6 - 8 menit tentang sebuah keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak yang tinggal di pulau tersebut.
Tujuan Output: Untuk mengetahui kehidupan keseharian keluarga yang tinggal di sebuah pulau yang cukup jauh dari kota besar. 

Daftar kegiatan untuk pembuatan Output: 
Hari 1:
1. Mencari keluarga yang sesuai dengan tujuan output. Diharapkan keluarga induk semang tempatku tinggal dapat kujadikan narasumber bagi outputku.
2. Melakukan pendekatan personal dengan keluarga tersebut, seperti mengobrol dan berkenalan dengan seluruh anggota keluarganya, sekaligus melakukan riset awal dan mengumpulkan informasi yang lebih banyak.
Hari 2:
3. Wawancara dan perekaman video dengan anggota keluarga dengan panduan script wawancara yang sudah kusiapkan dan  ditambah dengan pertanyaan on the spot, sesuai dengan riset kecil yang sudah kulakukan sebelumnya.
4. Pengambilan stock shoot (footage) yang sesuai dengan poin-poin yang kudapatkan pada saat wawancara yang berlokasi di sekitar tempat wawancara (diharapkan bisa di sekitar rumah).
5. Membuat janji untuk melakukan shooting di areal rumah, maupun tempat berkegiatan para anggota keluarga.
6. Melakukan shooting dengan para anggota keluarga seperti: 
     - di rumah (kegiatan keseharian anggota keluarga waktu di rumah)
     - di tempat kerja bapak/ibu (kegiatan bapak/ibu ketika bekerja)
     - di sekolah (ketika anak berangkat dan berada di sekolah)
     - di tempat bermain (ketika anak bermain)
     - di tempat2 lain yang sesuai dengan poin2 yang didapat ketika wawancara.
Hari 3:
7. Melakukan pengambilan gambar lingkungan pulau, seperti pantai pada waktu pagi, waktu sore, rumah waktu malam, dsb. (ambil footage sebanyak-banyaknya karena menurutku pasti akan sangaat berguna untuk insert di videoku nanti)

Script Wawancara:
Berikut ini adalah script wawanara yang sudah kusiapkan:

Wawancara Ayah:
Cerita tentang diri subyek:
 o Nama
 o Umur
 o Asal
Kenapa memilih pekerjaan ini?
Suka dukanya dalam menjalankan pekerjaan ini.
 o Untuk kedepannya, apa harapannya?
Pendapatan perbulan
 o Apakah cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari?
 o Bagaimana mengatur pendapatan?
Boleh ceritakan tentang keluarganya?
 o Anaknya berapa? Umur berapa saja?
 o Nama pasangan siapa? Pekerjaan pasangan apa?
Biasanya kalau tidak bekerja/libur, ngapain saja?
 o Kegiatan sehari-harinya
Menurut bapak, apa yang paling penting dalam kehidupan berkeluarga?
 o Waktu bersama
 o Ekonomi/keuangan keluarga
 o Pendidikan & masa depan anak
Harapan terhadap keluarga bapak

Wawancara Ibu:
Ceritakan diri anda
 o Nama
 o Umur
 o Asal
 o Pekerjaan
•  Menurut ibu, apa yang paling penting dalam kehidupan berkeluarga?
 o Waktu bersama
 o Ekonomi/keuangan keluarga
 o Pendidikan & masa depan anak
Apakah pendapatan dari bapak mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarga?
Apakah dipulau ini kebutuhan sehari-hari cukup tersedia?
Apakah ketersediaan gizi keluarga terpenuhi di pulau ini?
Bisa ceritakan tentang pendidikan anak di pulau ini?
 o Sekolah
 o Pergaulan/sosialisasi
 o Moral
Menurut ibu, bagaimana dengan fasilitas kesehatan untuk keluarga di pulau ini?

Wawancara anak:
Ceritakan tentang diri kamu
 o Nama
 o Umur
 o Sekolah/kelas
 o Hobi
 o Cita-cita (knp)
Ceritakan kegiatan kamu sehari-hari
 o Kalau main dimana?
 o Main sama siapa saja biasanya?
 o Di pulau ini, tempat paling asik menurut kamu dimana?
 o Asik tidak tinggal di pulau?
 o Sudah pernah ke kota Jakarta?
 o Enakan tinggal disini, atau di kota?


Wawancara anak (remaja-dewasa):
Ceritakan tentang diri kamu
 o Nama
 o Umur
 o Sekolah/kelas
 o Hobi
 o Cita-cita (knp)
Bagaimana pergaulan disana?
 o Biasanya kalo ngumpul-ngumpul dimana?
 o Ngapain aja biasanya?
Sosialisasi
 o Apakah kamu terhubung dengan kehidupan social media?
 o Menurut kamu gimana?
 o Punya sosmed apa saja?



Daftar Shoot:
1. Pantai / dermaga tempat kapal merapat
2. Perkampungan penduduk
3. Rumah tempat keluarga narasumber tinggal
4. narasumber ketika diwawancara
5. Detail rumah narasumber (foto keluarga, perabot, ruangan-ruangan, halaman, dapur, ruang makan, dsb)
6. Kegiatan para anggota keluarga di rumah (interaksi antar anggota keluarga)
7. Lokasi kerja Bapak/Ibu (kegiatan dan interaksi bapak/ibu dengan pekerjaannya)
8. Lokasi sekolah anak (kegiatan dan interaksi anak dengan teman-temannya)
9. Lokasi bermain anak (kegiatan dan interaksi anak dengan teman-temannya)
10. Pantai
11. Perkampungan (kegiatan masyarakat sekitar)
12. Masjid
13. Puskesmas
14. Kantor lurah

Perlengkapan:
1. Kamera Mirorless
2. Lensa kit 18-55, Lensa tele 55-200, Lensa Fix 50
3. 2 buah batre kamera
4. Charger
5. Microphone
6. Recorder
7. Tripod
8. Memory card
9. Batre cadangan

Ini hasil dummy outputku. Sedikit susah untuk mewawancarainya, tapi kemarin aku belajar untuk mewawancarai orang dengan benar. Aku menghabiskan waktu 14 jam hanya untuk mengedit video ini, dan aku merasa puas dengan hasilnya.




Kamis, 12 Oktober 2017

Video Dokumenter Favorit

Video dokumenter favoritku adalah salah satu video dari Eagle Awards, yang berjudul Dolanan Kehidupan. 
Video ini menceritakan tentang seorang ibu (bisa dibilang nenek) yang mencari nafkah dengan cara  berjualan mainan anak dari bambu.
Berjualan mainan ini sudah menjadi pekerjaan turun temurun. Sejak jaman perang, Bu Wiyarjo sudah diajak berjualan bersama neneknya. Ia dulu tinggal bersama anaknya, tapi semenjak anaknya melahirkan, Ia pindah ke gubuk kecil. Ia melakukan semua kegiatan di gubuk kecil itu sendiri, anaknya sering membantu Ibu Wiyarjo dalam proses membuat mainan. Setiap hari, Ia bangun subuh-subuh untuk berjalan ke lokasi dimana mainannya bisa laku. Perjalanan dari rumahnya ke lokasi dimana Ia berjualan, sekitar 20 km. Ia tidak takut jika mainannya tidak laku, karena Ia percaya bahwa Tuhan selalu memberi kesempatan untuk hidup. Sampai sekarang, Ia masih sering berkunjung ke rumah anaknya, dan menjenguk cucunya yang Ia sayangi.

Aku memilih video ini sebagai video dokumenter favoritku karena semangat hidup Bu Wiyarjo sangatlah tinggi, dan Ia memberiku motivasi supaya tidak pantang menyerah.

Kamis, 05 Oktober 2017

Tantangan Mini Exploration (Paperclip Challenge)

Pada tanggal 1 Oktober 2017, aku melakukan tantangan yang terakhir yaitu Paperclip Challenge.
Bagaimana cara kerjanya? Jadi kita harus menukarkan paperclip ke orang yang tidak kita kenal, nah orang yang kita tukar paperclipnya dapat memberi kita barang yang dia punya.
Sebetulnya, aku sudah melakukan challenge ini di hari sebelumnya. Aku menukarkan paperclip, dan mendapatkan mousepad. Tapi aku sayang mau menukarkan mousepad itu lagi ke orang lain. Mendingan buat aku aja hehe, jadi aku mengulangi tantangan ini lagi


Jadi pertama, aku menukarkan paperclip dengan kasir di salon. Aku menukarkan 3 paperclip, dan mendapatkan 1 bolpen. 












Selesai dari salon, mama mengajakku untuk membeli baju, jadi aku menukarkan bolpen hasil tukaranku tadi dengan kasir di toko baju. Dan aku mendapatkan sebungkus teh sachetan sebagai hasil tukarannya.












Ini teh sachet yang aku dapatkan :)














Saat aku menukarkan paperclip, orang yang aku minta tukar pasti ketawa. Ada yang bingung, dan malah ada yang langsung memberiku tukarannya tanpa bertanya apapun. Untungnya di tantangan ini aku berhasil dan tidak ada halangan. Aku lumayan deg-degan karena harus berbicara dengan orang, dan meminta untuk menukar barang. Aku hanya dapat melakukan paperclip challenge segini saja, karena tidak sempat keluar rumah lagi. Aku cukup puas dengan tantangan-tantangan yang aku lakukan, tapi aku rasa aku dapat melakukan yang lebih baik. Ya, ini semua proses belajar, jadi kalau aku mendapatkan tantangan seperti ini lagi, aku akan berjuang lebih baik!

Fyuuh, akhirnya selesai juga tantangan-tantangan eksplorasi ku ini.
Terima kasih semua yang sudah membaca blogku!
Salam, Minuit! 👊

Selasa, 03 Oktober 2017

Tantangan Mini Exploration (Food Research)

Halo! Aku masih mengerjakan tantangan-tanntangan Mini Exploration, tinggal 1 lagi. Yeayy!!!
Nah, tantangan yang ini menurutku agak susah. Dari dulu aku tidak pernah berani berbicara dengan orang asing, di tantangan yang ini aku terpaksa berbicara dengan orang yang tidak aku kenal.

Untuk tantangan ini ada 3 topic sebagai bahan riset. Ada kue, ikan, dan sayur. Aku memilih ikan sebagai bahar risetku. Kenapa? Karena pedagang ikan di pasar, orangnya ramah, dan dapat memberi informasi yang banyak. Jadi pada tanggal 2 Oktober 2017, aku pergi ke Pasar Segar Galaksi bersama mama untuk mewawancarai pedagang ikan.

Hal-hal yang aku dapatkan setelah mewawancarai pedagang ikan:
  • Nama: Mas Nana
  • Ikan-ikan yang dijual Mas Nana dikirim dari daerah Cirata pukul 04.00 pagi. 
  • Rata-rata setiap harinya ikan dagangan Mas Nana laku:
    • Lele: sekitar 30 kg
    • Nila: sekitar 20 kg
    • Mas: sekitar 10 kg 
    • Patin: sekitar 5 kg
    • Mujahir: sekitar 10 kg
    • Gurame: sekitar 10 kg
  • Harga ikan/kg:
    • Lele: Rp 25.000,00/kg
    • Nila: Rp 30.000,00/kg
    • Mas: Rp 30.000,00/kg
    • Patin: Rp 30.000,00/kg
    • Mujahir: Rp 30.000,00/kg
    • Gurame: Rp 50.000,00/kg
  • Supaya ikan-ikan yang dijual oleh Mas Nana selalu sehat dan tidak stress, Mas Nasib sering mengganti airnya (sehari 3 kali ganti)
  • Mas Nana berusaha sangat keras supaya dagangannya laku. Setiap hari Ia harus berurusan dengan tangan yang amis, sirip ikan yang kadang membeler tangannya, pelanggan yang kadang complain, dan lain sebagainya. Tapi Mas Nana selalu semangat dalam pekerjaannya ini, supaya dapat mencukupi kebutuhan hidupnya. 
Mas Nana sangatlah ramah dan ketika aku wawancarai, Mas Nana menjawabnya seperti mengobrol. Aku jadi agak santai dan tidak deg-degan lagi karena keramahannya itu. Dari wawancara ini, aku belajar cara memulai pembicaraan yang sopan, dan aku juga belajar bahwa pedagang-pedagang di pasar berusaha sangat keras supaya barang jualannya laku. Karena ini, sekarang aku lebih menghargai makanan yang aku makan, setelah melihat perjuangan para pedagang

Jumat, 29 September 2017

Tantangan Mini Exploration (Diamond In The Rough)

Nah di tantangan yang satu ini, aku ditantang untuk mewawancarai orang asing tentang makanan favoritnya. Aku mewawancarai Ibu yang berjualan di dekat danau saat aku hunting foto. Danau itu bernama Danau Rawa Geude, di daerah Jonggol.

Hasil yang aku dapatkan:

  • Nama: Ibu Layla
  • Makanan kesukaan: Bakso, tetapi juga suka ikan asin dan sambal.
  • Sebab menyukai makanan itu: Suka bakso karena bakso itu enak, kalau ditambah sambel dan kecap menjadi sangat lezat, dan suka memakan bakso saat hujan. Suka ikan asin dan sambal karena sudah menjadi makanan sehari-hari dari kecil.
  • Tambahan dari wawancara: 
    • Ibu Layla sedang memperbesar warungnya, dan semua bahan yang diperlukan untuk memperbesar warungnya ini sudah disediakan oleh alam seperti; pasir, batu dan air. Maka dari itu, Ibu Layla tidak mengeluarkan uang yang begitu banyak, paling hanya untuk membeli semen dan menyewa tukang. 
    • Menurut keterangan Bu Layla untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Ibu Layla harus pergi ke pasar dan harus membayar ojek seharga Rp 50.000,00 sekali jalan. Jadi Ia hanya pergi ke pasar di hari tertentu saja dan setiap ke pasar, ia pasti belanja sekaligus banyak. 
    • Ibu Layla berpendapat bahwa alam telah memberinya penghidupan sehingga dia hanya mengambil secukupnya dari alam. Seperti dalam memperbesar warungnya ini, ia tidak menebang satu pohon pun, karena Ia tau jika Ia melakukannya, danau yang sangat Ia butuhkan akan kekurangan air. Nah, Ibu Layla ini sangat mencintai alam disekitarnya. Dia merawat hutan, dan danau di dekat situ. Jika dia membutuhkan sesuatu, dia akan sangat membutuhkan danau dan hutan itu. 
Ini dia hasil wawancaraku. Menurutku, orang yang berhati seperti Ibu Layla ini sudah sangat jarang, jadi aku memilihnya untuk tantangan ini. Sebenarnya di hari itu, aku sangat deg-degan karena aku selalu takut berbicara dengan orang asing. Ya tapi aku bersyukur karena aku dapat melakukan tantangan ini dengan baik. Sepertinya ini saja yang mau aku sampaikan di tantangan kali ini. Terima kasih..